Sikap Agar Terhindar Dari Perilaku Dusta

Contents [Show]
Sikap Agar Terhindar Dari Perilaku Dusta
Sikap Agar Terhindar Dari Perilaku Dusta


Perilaku Dusta

Dusta ialah mengutarakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran atau mengurangi dan melebih lebihkannya (baik dengan ucapan lisan secara tegas maupun dengan isyarat). Dusta biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan membuat orang mempercayai sesuatu yang tidak benar. Semua orang tentu saja memahami bahwa dusta merupakan perilaku tercela dan tidak boleh dilakukan oleh/kepada siapapun. Untuk itu, setiap orang tua dan guru selalu menekankan kepada anak dan muridnya untuk tidak melakukan perbuatan dusta.

Bahaya Dusta Menurut Islam

Dusta bukanlah perbuatan seorang mukmin, dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, Rasulullah bahkan diakui sebagai manusia terbaik yang memiliki sifat paling jujur di seluruh muka bumi ini. 

Mengapa dusta tidak diperbolehkan tentu saja karena akan menimbulkan bahaya atau dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Berikut ini adalah dampak dusta dalam islam:
  • Penyebab Masuk Neraka
Bahaya dusta dalam islam adalah masuk neraka sebagaimana firman Allah bahwa dusta merupakan perbuatan yang zalim karena menipu orang lain dan beresiko menimbulkan salah paham. Untuk itu dusta termasuk dosa besar dalam islam.
“Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kezaliman, dan kezaliman itu akan mengantarkan ke arah neraka”. (HR Bukhari muslim)
  • Tidak Mendapat Syafaat Rasulullah
Rasulullah tidak pernah berdusta seumur hidupnya, untuk itu di akhirat pun beliau tidak akan memberi syafaat pada umatnya yang senang berperilaku dusta.

“Sesudahku nanti akan ada pemimpin yang berbuat zalim dan berdusta, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya maka tidak termasuk golongan dari umat ku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ke telaga (yang ada di surga)”. (HR Nasa’i)

  • Tidak Mampu Melewati Ujian
Setiap hamba Allah tentu diuji untuk mengetahui tingkat keimanannya. Orang yang tidak mampu berpegang teguh pada syariat islam ketika diuji dan berbuat dusta, itu  tanda bahwa ia tidak mampu melewati ujian dari Allah sehingga memiliki derajat yang hina. Itulah sebabnya, iman yang kuat (dalam islam) dapat menghindarkan seseorang dari perilaku dusta.

“Sungguh telah kami uji orang orang sebelum mereka agar Allah mengetahui orang yang jujur dan mengetahui orang yang dusta”. (QS Al Ankabut: 3)

  • Rezekinya Tidak Berkah
Mencari rezeki dengan cara berdusta tidak akan mendapatkan keberkahan, misalnya ialah pekerjaan yang melibatkan tindakan menipu orang lain atau pedagang tidak jujur dengan menyalahgunakan hak hingga pembeli tertipu dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan untuk diri mereka sendiri.
“Pendapatan seseorang yang terbaik adalah dari jerih payah tangannya”. (HR Muslim)

  • Dosa Besar
Dusta adalah perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa besar karena termasuk perbuatan mengkhianati kecepercayaan orang lain. Untuk itu orang tersebut akan sulit mendapaatkan kepercayaan apabila kedustaannya terungkap.

“Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram”. (QS Al Maidah: 42)

  • Membawa Pada Kemunafikan
Orang pendusta tidaklah termasuk golongan orang mukmin sebagaimana orang kafir terdahulu yang selalu menyebarkan berita-berita bohong untuk mencelakakan umat muslim.
Hal tersebut diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al Muwatha: “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW: Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab ya. Lalu beliau ditanya lagi, apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil? Beliau menjawab ya. Lalu ditanyakan lagi apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Beliau menjawab tidak!”.
  • Menjadikan Ragu dan Bingung
Seorang pendusta akan sering terlihat bingung dan ragu karena kebohongannya. Misalnya, hari ini dia mengatakan cerita yang tidak benar, lalu besok dia akan bingung dan mungkin memberikan cerita yang berbeda dengan kebohongan lain. Hal tersebut dilakukan karena dia bingung dengan kebohongan yang telah dibuatnya sendiri.

“Dan sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan kepada keraguan atau kebingungan”. (HR At Tirmidzi no 2518)

  • Memberi Keselamatan yang Semu
Ketika seseorang berbohong untuk menyelamatkan dirinya dari situasi tertentu, mungkin pada saat itu ia akan selamat, tetapi tentu saja hal tersebut adalah keselamatan yang semu/sementara. Saat pihak yang didustai menyadarinya, maka ia akan terkena bahaya besar karena telah menyampaikan sesuatu yang tidak benar.

“Katakanlah yang benar walau itu pahit”. (HR Ahmad)

  • Menimbulkan Pertengkaran
Perilaku dusta dapat menyebabkan kesalahpahaman dan pertengkaran, sehingga mengarah kepada fitnah serta berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terus menyebar kepada orang lain. Untuk itu, hal tersebut haruslah dihindari karena berpengaruh pada kadamaian disekitar kita.
  • Masa Depan yang Hancur
Hal ini berhubungan dengan kepercayaan seseorang yang disalahgunakan hingga resiko kehilangan masadepan. Misalnya pembuatan dokumen palsu untuk perihal melamar pekerjaan, itu merupakan tindakan menipu pihak lain dan nantinya ketika pihak perusahaan telah mengetahuinya, ia akan mendapat masalah dan beresiko kehilangan pekerjaan. 
  • Memperbanyak Musuh
Perilaku dusta dapat memperbanyak musuh karena pada dasarnya tidak ada orang yang ingin didustai dalam bentuk apapun. Saat orang yang didustai merasa tidak terima maka hal tersebut akan timbul permasalahan baru hingga tidak adanya rasa percaya lagi.
  • Mendapat Predikat Pendusta Seumur Hidup
Orang yang berperilaku dusta dan perilakunya diketahui oleh orang lain, maka hal tersebut tentu akan menyulitkannya dari berbagai macam urusan di masa mendatang karena orang lain akan sulit mempercayainya walaupun ia telah berkata jujur sekalipun.
  • Hati Tidak Tenang
Orang yang berdusta pasti akan merasa tidak tenang/khawatir karena ia takut akan terungkapnya kedustaan yang telah dibuat.
  • Merusak Hubungan

Dusta dapat merusak hubungan orang lain maupun hubungan pribadi seseorang dan memudahkan timbulnya prasangka hingga pertengkaran karena tidak terbentuknya kepercayaan satu sama lain. 

  • Melahirkan Dusta yang Baru
Satu perbuatan dusta akan membuat terjadinya rantai kebohongan yang pada akhirnya akan berkembang menjadi kebohongan baru. Misalnya, seseorang yang berbohong tentang suatu peristiwa yang tidak terjadi, pada hari berikutnya cenderung berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Begitu seterusnya hingga akhirnya dusta yang dilakukannya terungkap.
  • Memiliki Sedikit Teman
Dalam sebuah hubungan pertemanan, kejujuran tentu diperlukan. Yang menjadi masalah adalah ketika kita dibohongi oleh teman sendiri, hal tersebut akan menimbulkan sakit hati dan sulitnya terbentuk kepercayaan hingga akhirnya ia sulit untuk memiliki teman.


Sikap Agar Terhindar Dari Perilaku Dusta

  1. Memiliki keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi setiap hambanya
  2. Membiasakan untuk berkata jujur
  3. Mengurangi bicara yang tidak perlu (Bicara baik atau diam)
  4. Mementingkan kepentingan bersama
  5. Menghindari sifat dendam iri dengki
  6. Menghindari perbuatan yang tercela/tidak baik
  7. Memperkuat kepercayaan diri.
Post a Comment (0)
Previous Post Next Post